Social Icons

Kreasi Senam Pelajar Pancasila

Sabtu, 28 September 2019

Pak Widi, Guru Agama Buddha SDN 2 Plososari, Raih dua Penghargaan: 1000 Penulis Exis-Duta Literasi dan Anugerah Guru Indonesia 2019

Bersama Ketum IGI bapak Muhammad Ramli Rahim,
Menerima Anugerah 1000 Penulis Exis - Duta Literasi

Kamis, 19 September 2019, bertempat di Aula Lantai 4 Gedung Perpustakaan Nasional RI mulai pukul 8.00 s.d. 12.00 wib, telah dilaksanakan Anugerah Duta Literasi, 1000 Penulis Exis dalam gelaran Perpusnas Expo IGI 2019 yang berlangsung selama dua hari, 19 – 20 September 2019 di Gedung Perpusnas RI Jl. Merdeka Selatan No. 12 Jakarta. Dalam kesempatan ini, Bapak Widi Astiyono, S. Ag., M.Pd, yang merupakan Guru di SDN 2 Plososari Patean Kendal Jawa Tengah.

Selain adanya anugerah duta literasi, pada kegiatan Perpusnas Expo IGI 2019 ini juga diadakan Workshop dan Seminar Pendidikan. Peserta kegiatan ini adalah guru lintas jenjang yang sudah memiliki karya berupa buku ber-ISBN, yang kemudian disebut sebagai 1000 Penulis Exis. Kegiatan ini di inisiasi oleh Gerakan Sagusaku IGI (Satu Guru Satu Buku) dengan penanggung jawab Ibu Nur Badriah, guru dari Provinsi Banten dan didukung sepenuhnya oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai bentuk aprisasi kepada para guru Indonesia yang berkarya dengan menulis buku.
Menerima Anugerah Guru Indonesia yang diserahkan langsung
oleh Vice President Samsung Electrik Indonesia
Di hari bersamaan, juga berlangsung kegiatan GESS (Global Educational Supplies and Solutions) bertempat di JCC (Jakarta Convention Center) 2019, 18 – 20 September 2019.Pada kegiatan GESS ini juga diadakan acara Anugerah Guru Indonesia (AGI) mulai pukul 13.30 s.d. 16.30 wib. Dalam kesempatan ini pula, bapak Widi Astiyono, S.Ag., M.Pd menerima Anugerah Guru Indonesia tersebut sebagi Founder Gerakan Sagusavi (Satu Guru Satu Video Pembelajaran) yang menjadi 3 TOP Kanal Pelatihan paling aktif melatih guru Indonesia melalui SIM Guru Pembelajar. Pengargaan diserahkan langsung oleh Vice President Samsung Electronik Indonesia.
Berfoto di area GESS JCC

Foto bersama penerima Anugerah Guru Indonesia di Jakarta Convention Center

Diterima oleh Dirjen Bimas Buddha dan Direktur Urusan Pendidikan dan Keagamaan Buddha
Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI

Foto bersama 100 Penulis Exis - Duta Literasi Provinsi Jawa Tengah
Diterima dengan bahagia oleh Keluarga Besar SDN 2 Plososari Patean Kendal Jateng
Diterima dengan bahagia oleh Keluarga Besar SDN 2 Plososari Patean Kendal Jateng

Semoga penghargaan yang telah diperoleh mampu memerikan inspirasi dan motivasi bagi guru-guru di Indonesia pada umumnya.

Kamis, 13 Juni 2019

Tradisi Ketupat Syawalan SDN 2 Plososari

Apel bersama dalam syawalan
Syawalan, tak lepas dari Hari Raya Idul Fitri. Di SDN 2 Plososari Patean, tradisi syawalan ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak dulu sebelum admin tugas di sekolah ini (tahun 1999), tradisi ini sudah berjalan.


Tradisi syawalan ini di awali dengan apel bersama siswa dan guru di halaman sekolah dan setelah ada pengarahan dari salah satu guru, dilanjutkan acara bersalam-salaman, semua siswa dan guru, juga sesama siswa-siswi. Tujuannya selain untuk saling bermaaf-maafan juga untuk mempererat tali persaudaraan dalam keluarga besar SDN 2 Plososari.

Bapak Bambang Yuli Surono, guru kelas VI, meemandu acara syawalan
Acara dipandu oleh Bapak Bambang Yuli Sarono selaku guru Kelas VI, dan pesan-pesan Syawalan disampaikan oleh Ibu Siti Rohana, S.Pd.I. selaku guru PAI.

Ibu Siti Rohana, menyampaikan pesan-pesan Syawalan.
Setelah selesai apel bersama di halaman, semua siswa dan guru masuk kelas masing-masing, sedangkan guru mapel menunggu di kantor guru.

Para siswa bersalam-salaman kepada bapak dan ibu guru
Yang unik dengan tradisi syawalan di sekolah kami adalah, siswa-siswi membawa ketupat dan lepet (isi ketan) ke sekolah saat masuk pertama setelah libur lebaran. Para siswa dengan sendirinya, masing-masing mengumpulkan ketupat dan lepetnya sebagian ke meja guru, dan sebagian lagi di makan bersama-sama dengan teman sekelasnya di kelas masing-masing.

Sesama siswa-siswi saling bersalam-salaman



Sungguh merupakan tradisi yang unik dan patut dilestarikan, bahkan di SD yang lain belum tentu ada tradisi semacam ini. 


Dalam kesempatan ini, sekaligus menjaadi acara perpisahan siswa-siswi kelas 6 yang sudah lulus. Mereka berpamitan kepada bapak ibuguru yang sudah membimbing selama 6 tahun dan juga berpamitan kepada seluruh adik kelasnya. Salah satu perwakilan kelas menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada bapak dan ibu guru, juga mohon maaf atas segala kesalahan serta mohon doa restu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bapak Widi Astiyono menyampaiakan pesan-pesan kepada  siswa-siswi kelas VI yang sudah lulus


Mewakili bapak ibu guru, Bapak Widi Astiyono, S.Ag. M.Pd., berpesan kepada seluruh siswa kelas 6 agar tidak berpuas diri setelah lulus SD, namun agar terus belajar untuk meraih kesuksesan dan setidaknya bisa melanjutkan sekolah minimal SLTA atau bahkan sampai ke perguruan tinggi. Karena pada prinsipnya pendidikan itu sepanjang hayat dan sukses itu butuh perjuangan..








Siswa-siswi Kelas VI bersama Bapak Bambang Yuli Surono, guru kelas VI

Siswa-siswi Kelas VI bersama Bapak Bambang Yuli Sarono, guru kelas VI
Salam Anggun - Anak Nggunung...
 
Blogger Templates