Social Icons

Kreasi Senam Pelajar Pancasila

Tampilkan postingan dengan label Pembiasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembiasaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2015

Pembiasaan Belajar Terus-menerus pada Siswa SD




Hasil belajar yang baik adalah bukti adanya pembiasaan belajar yang baik. Belajar secara terus-menerus merupakan sebuah pembiasaan belajar yang baik.


Masih ada kenyataan pada siswa sekolah dasar yaitu:


1. Siswa belajar bila ada ulangan, bila ada ujian, bila ada perlombaan. Belajar yang demikian dipandang sebagai belajar adalah kegiatan yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang singkat. Akibatnya siswa memperoleh nilai rendah pada ulangan, ujian dan perlombaan. Bila belajar dipandang sebagai kegiatan yang dilaksanakan pada waktu tertentu dan singkat, ada kemungkinan siswa tidak mampu menyelesaikan soal-soal pada waktu ulangan, ujian dan perlombaan.


2.Siswa melakukan sikap-sikap terpuji seperti tertib, rajin, tekun dan disiplin hanya pada waktu tertentu dan bahkan di tempat tertentu seperti pada waktu hari sedang sekolah di sekolah.Akibatnya siswa tidak mampu melakukan sikap terpuji pada waktu lain di tempat lain. jika siswa tidak mampu melakukan sikap terpuji di tempat lain pada waktu lain maka ada kemungkinan siswa tersebut melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang lain.


3.Siswa memelihara kebersihan, kerapihan, keindahan proses kerja dan hasil kerja hanya bila dinilai. Cara memelihara kebersihan, kerapihan dan keindahan yang demikian dipandang sebagai memelihara keterampilan hanya pada waktu-waktu tertentu di tempat tertentu.Akibatnya, siswa tidak mempunyai keterampilan menjaga kebersihan, kerapihan dan keindahan di tempat lain.


Penyebab terjadinya semua kenyataan itu adalah rendahnya pembiasaan belajar secara terus-menerus baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan.


Sekolah sebagai pusat pembentukan pembiasaan belajar secara formal bagi siswa ,perlu mencari solusi yang dapat meningkatkan pembiasaan belajar bagi siswanya agar siswanya belajar terus-menerus.


Sebuah solusi yang dipandang tepat meningkatkan pembiasaan belajar terus-menerus pada siswa adalah penerapan penilaian pada setiap melaksanakan pembelajaran. Hal ini karena:


1.Penilaian merupakan sebuah sumber motivasi yang mendorong siswa untuk belajar.Bila penilaian dilakukan pada setiap melaksanakan pembelajaran maka siswa akan terdorong untuk belajar.


2.Pelaksanaan pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan terus-menerus. Bila penilaian dilakukan setiap melaksanakan pembelajaran maka siswa akan belajar secara terus-menerus. Dengan demikian, siswa akan belajar bukan hanya bila ada ulangan, ada ujian atau ada perlombaan. Belajar adalah kegiatan yang dilakukan secara terus -menerus.


3.Belajar yang terus-menerus akan membentuk sebuah pembiasaan belajar yang terus-menerus.Pembiasaan belajar yang terus-menerus akan membuat siswa selalu siap pengetahuan,sikap dan keterampilannya untuk menghadapi ulangan, ujian dan perlombaan termasuk sikap dan keterampilannya dalam kehidupannya sebagai warga masyarakat.


Dengan mencermati alasan-alasan di atas,maka penerapan penilaian dalam setiap melaksanakan pembelajaran menjadi penting mengingat penilaian yang dilakukan terus-menerus akan mendorong terjadinya pembiasaan belajar secara terus-menerus pada siswa.


Sebagai contoh prosedur penerapan penilaian setiap melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut:


1.Pada tahap perencanaan, guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang efisien atau memperhitungkan ketersediaan waktu untuk setiap melaksanakan pembelajaran serta menyiapkan lembar pengamatan aspek sikap,lembar tes untuk aspek pengetahuan, dan lembar pengamatan aspek keterampilan.


2.Pada tahap pelaksanaan, guru mengamati sikap siswa dan mencatat hasilnya pada lembar pengamatan, mengamati keterampilan siswa dan mencatat hasilnya dalam lembar pengamatan aspek keterampilan serta memberikan lembar tes dan mencatat nilai tes siswa pada lembar daftar nilai tes.


*) Ditulis dan dikirim oleh  Aloysius Lega. Guru dan kepala sekolah pada SDK Rokap di Kecamatan Macang Pacar Kabupaten Manggarai Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Rabu, 15 Juli 2015

Mendikbud Minta Kebiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya Diterapkan di Sekolah Setiap hari


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meminta guru pada tahun pelajaran baru 2015/2016 untuk mulai memberlakukan kebiasaan baru di sekolah. Awalnya program ini melalui tahap diajarkan, lalu dibiasakan, dan disiplinkan, sehingga dapat menjadi kebiasaan dan kebudayaan. Berikut kebiasaan yang akan diterapkan Mendikbud Anies, seperti yang SekolahDasar.Net lansir dari Berita Satu (10/07/15).


Setiap Senin akan ada upacara bendera, dan setiap hari sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) guru dan siswa wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebelum pulang wajib menyanyikan lagu daerah, lagu-lagu nasional, dan lagu bernuasa patriotik, dan diiringin dengan doa.



Sebelum pelajaran dimulai, anak diberi kesempatan untuk membaca buku salama 15 menit. Buku bacaan yang boleh dibaca dapat dipilih sendiri sesuai minat anak. Jika buku yang dibutuhkan tidak ada di perpustakaan sekolah anak boleh membawa buku dari rumah, dan siap dibacakan di dalam kelas setelah mendapat izin dari guru, apakah buku itu layak dibaca atau tidak.



Selain melatih siswa, guru membiasakan untuk memberikan salam, senyum, sapa, kepada anak–anak dengan tujuan anak-anak terbiasa. Anies menegaskan, kewajiban yang rutin dijalankan di sekolah juga harus dijalankan di rumah.  



Orangtua harus lebih peduli dengan anak dengan menyempatkan waktu minimal 20 menit untuk mengobrol dengannya, karena tanpa disadari kebiasaan tersebut membuat anak berani tampil dan mau berinteraksi dengan lingkungan sekitar.



Anies mengatakan, anak yang banyak membaca akan terbiasa mencintai bacaan. Kebiasaan gemar membaca dapat mengubah keadaan bangsa sebab saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rendah minat membaca.



 
Blogger Templates